Yuk Simak 4 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Masker Kain

Kebutuhan terhadap masker yang cukup meningkat ditambah dengan keberadaan masker medis yang terbatas, membuat bisnis Masker kain semakin digemari. Selain permintaan yang cukup tinggi, bahan yang dibutuhkan juga lebih mudah didapatkan. Mungkin anda juga tertarik untuk berbisnis masker jenis ini? Meskipun pembuatannya tergolong lebih mudah, namun anda harus mengetahui kesalahan yang harus dihindari dalam membuat masker dari kain berikut ini.

Kesalahan yang Wajib Dihindari Saat Membuat Masker dengan Bahan Kain
1. Kain yang Terlalu Tipis
Pembuatan masker tentu harus memperhatikan bahan yang digunakan dengan baik. Jangan sampai  salah memilih kain yang akan digunakan sebagai masker. Apalagi tujuan dari penggunaan masker sendiri, yaitu untuk mencegah virus agar tidak sampai masuk ke hidung atau mulut. Jika kain yang digunakan untuk membuat masker terlalu tipis, tentu hal ini akan mengurangi fungsinya sebagai pelindung. Sebaiknya masker yang akan dibuat minimal 3 lapis.

Meskipun demikian, kain yang digunakan juga tidak boleh terlalu tebal. Masker dengan bahan kain yang terlalu tebal bisa menghalangi jalannya pernafasan, tentu hal ini juga dinilai kurang efektif. Maker yang dibuat harus dapat menutupi bagian mulut dan hidung dengan baik, serta dapat memberikan ruang untuk bernafas. Kain yang paling tepat digunakan untuk masker yaitu kain katun yang tidak menggunakan campuran benang lain sama sekali.

2. Ukuran Terlalu Kecil
Saat  membuat masker kain, anda juga harus memperhatikan ukurannya dengan baik. Pasalnya setiap orang memiliki bentuk dan ukuran wajah yang berbeda beda. Mungkin untuk satu orang masker yang dibuat sesuai, namun bisa saja saat digunakan oleh orang lain masker tersebut terlalu kecil. Anda bisa mengatasinya dengan menyediakan beberapa ukuran masker, sehingga pengguna dapat memilih masker yang sesuai dengan lebar wajah masing masing.

3. Warna Sisi Luar dan Dalam yang Sama
Kesalahan yang harus dihindari selanjutnya yaitu menggunakan warna yang sama baik pada bagian luar maupun pada bagian dalam. Hal ini bisa menyebabkan pengguna kesulitan membedakan sehingga pemakaiannya bisa terbalik. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan virus yang awalnya di bagian luar masker berpindah ke bagian wajah. Terutama jika masker baru dilepas, kemudian dipakai kembali. Anda bisa menyiasatinya dengan membuat Masker Fullprint.

Pada bagian dalam, anda bisa menggunakan warna kain dengan warna gelap. Sedangkan di bagian luar anda bisa memilih warna yang sedikit cerah. Namun, jika memang masih ingin menggunakan warna yang sama dengan alasan untuk menghemat bahan serta penjahitan yang lebih mudah, maka anda bisa membuat penanda di bagian luar masker.  Buat bagian tengah menjadi lebih menonjol, untuk memudahkan pengguna mengetahui sisi luar dan dalam.

4. Menggunakan Warna Polos
Sebaiknya hindari membuat masker dari kain dengan warna polos. Hal ini dikarenakan  masker dengan bahan kain yang polos tampak sama dengan masker bedah sekali pakai. Apalagi jika warna yang dipilih adalah biru dan putih, serta ukuran, bentuk dan jenis kain yang digunakan hampir mirip. Tentu pengguna akan merasa kebingungan. Membuat masker kain fullprint  bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghindari kesalahan tersebut.

Itulah beberapa hal kesalahan yang harus dihindari saat membuat masker kain. Kesalahan di atas tentu bisa menyebabkan kurangnya fungsi dari masker itu sendiri. Selain itu, anda juga perlu memperhatikan tali pengikat dengan baik. Jangan sampai tali yang digunakan terlalu longgar, sehingga menyebabkan pengguna harus membaiki posisinya setiap waktu. Namun, tali yang terlalu pendek juga menyebabkan pengguna kesulitan bernapas.

Postingan terkait: